Risiko dan manajemen modal

Cara membuat jurnal trading: template, metrik dan evaluasi mingguan

Apa yang dicatat untuk setiap transaksi, template jurnal siap pakai, metrik penting (win rate vs titik impas, rata-rata payout), dan cara evaluasi mingguan.

Oleh Tim redaksi Sky TradeDiperbarui 5 menit baca

Jurnal trading adalah catatan setiap transaksi yang Anda ambil, lengkap dengan alasan Anda mengambilnya dan apa yang Anda rasakan, bukan hanya hasilnya. Riwayat transaksi Anda sudah menunjukkan menang dan kalah; jurnal menambahkan bagian yang tidak bisa dilihat riwayat: mengapa. Tanpa jurnal, Anda mengingat transaksi-transaksi hebat, melupakan yang impulsif, dan menarik kesimpulan dari cerita, bukan dari data. Dengan jurnal, setelah beberapa minggu Anda bisa menjawab satu-satunya pertanyaan yang penting: apakah yang Anda lakukan berada di atas garis impas atau tidak?

Apa yang dicatat untuk setiap transaksi

Tulis setiap entri segera setelah transaksi ditutup, selagi Anda masih ingat apa yang Anda pikirkan. Buat kolomnya singkat agar kebiasaan ini bertahan di hari-hari sibuk.

  • Tanggal dan jam (dengan zona waktu Anda), ditambah sesinya: Asia, London, atau New York. Lihat sesi pasar forex.
  • Instrumen, dan apakah itu pasangan pasar atau OTC.
  • Payout % pada saat dibuka.
  • Kedaluwarsa dan cara mengaturnya (durasi atau jam).
  • Arah: Naik atau Turun.
  • Nominal, dan nominal sebagai persentase saldo.
  • Setup: nama pola masuk dari rencana Anda, misalnya "pullback EMA M5". Jika tidak ada di rencana, tulis "tidak ada".
  • Alasan: satu kalimat tentang mengapa transaksi ini, sekarang.
  • Emosi sebelum transaksi: tenang, bosan, cemas, bersemangat, frustrasi. Satu kata sudah cukup.
  • Hasil: menang, kalah, atau seri, serta profit atau kerugian dalam dolar.
  • Aturan diikuti? Ya atau tidak.

Dua kolom terakhir, emosi dan kepatuhan pada aturan, biasanya yang paling banyak mengungkap. Kolom-kolom itu juga yang paling sering dilewati orang.

Template jurnal

Berikut tata letak sederhana yang bisa Anda salin ke spreadsheet apa pun. Entrinya bersifat ilustratif.

#Tanggal/jam (UTC)SesiInstrumenPayoutKedaluwarsaArahNominalSetupAlasanEmosiHasilL/RAturan?
4105.11 13:12London–NYEUR/USD86%3mNaik$5Pullback EMA M1Pantulan dari EMA dalam tren naikTenangMenang+$4,30Ya
4205.11 13:20London–NYEUR/USD86%3mTurun$5tidak adaRasanya sudah di puncakBersemangatKalah−$5,00Tidak
4305.11 13:24London–NYGBP/USD85%30sNaik$10tidak adaMembalikkan #42FrustrasiKalah−$10,00Tidak

Tiga baris saja sudah bercerita: satu transaksi terencana, lalu dua yang impulsif, yang terakhir dengan nominal ganda dan kedaluwarsa lebih pendek. Pola seperti itulah gunanya jurnal, dan pola itu sangat sulit terlihat di riwayat biasa.

Metrik yang penting

Begitu Anda punya beberapa puluh transaksi, hitung metrik berikut. Spreadsheet bisa melakukannya dalam hitungan detik.

  1. [Win rate](/glossary/win-rate) = menang / (menang + kalah). Hasil seri tidak dihitung.
  2. Rata-rata payout dari transaksi yang diambil.
  3. Win rate impas = 1 / (1 + rata-rata payout). Pada rata-rata payout 85%, hasilnya 54,1%.
  4. Selisih = win rate − titik impas. Inilah angka yang menentukan apakah Anda menghasilkan atau kehilangan uang dalam jangka panjang.
  5. Hasil bersih dalam dolar, dan sebagai persentase saldo awal.
  6. Tingkat pelanggaran aturan = transaksi dengan "Aturan? Tidak" / semua transaksi.
  7. Hasil per kelompok: per setup, per sesi, per instrumen, per emosi, aturan diikuti versus aturan dilanggar.

Rata-rata payout layak diperhatikan tersendiri. Trader yang sering memilih instrumen dengan payout 75% alih-alih 90% butuh win rate 57,1%, bukan 52,6%, sehingga keterampilan yang sama memberi hasil lebih buruk. Selengkapnya tentang ambang ini di entri win rate impas.

Evaluasi mingguan

Pilih waktu tetap setiap minggu, jauh dari terminal, dan jalani langkah-langkah berikut.

  1. Perbarui angka-angka di atas untuk minggu itu dan untuk semua transaksi sejauh ini.
  2. Bandingkan transaksi terencana dan tidak terencana. Bagi kebanyakan orang, transaksi bertanda "tidak ada" atau "Aturan? Tidak" adalah tempat sebagian besar kerugian berada.
  3. Perhatikan emosi. Apakah transaksi berlabel "frustrasi" atau "bosan" lebih sering kalah daripada yang "tenang"?
  4. Periksa ukuran sampel. Kurang dari 100 transaksi dengan aturan yang sama berarti belum ada kesimpulan tentang metodenya. Dengan 100 transaksi yang berakhir menang atau kalah, kebetulan saja dengan mudah bisa menggeser win rate 50% menjadi 45% atau 55%.
  5. Putuskan paling banyak satu perubahan. Mengubah beberapa hal sekaligus membuat evaluasi berikutnya tidak bermakna. Tuliskan perubahannya beserta tanggal mulainya.

Contoh evaluasi

Minggu ilustratif: 38 transaksi, 20 menang, 17 kalah, 1 seri. Rata-rata payout 85%.

  • Win rate: 20 / 37 = 54,1%, nyaris tepat di titik impas (54,1%).
  • Transaksi terencana: 26, dengan 16 menang (61,5%).
  • Transaksi tidak terencana: 11 yang berakhir menang/kalah, dengan 4 menang (36,4%).

Kesimpulan yang menggoda adalah "setup saya hebat". Kesimpulan yang jujur: 26 transaksi terlalu sedikit untuk menilai setup, tetapi transaksi tidak terencana jelas menghabiskan uang, jadi satu-satunya perubahan untuk minggu depan adalah menghilangkannya. Rencana trading dengan kriteria masuk tertulis membuat hal ini lebih mudah; lihat overtrading dan disiplin.

Tetap isi jurnal bahkan di demo. Jika Anda berencana mengikuti rencana latihan demo, jurnallah yang mengubah latihan menjadi bukti.

Apa yang tidak dilakukan jurnal

Jurnal tidak membuat metode menjadi menguntungkan, dan pada instrumen OTC jurnal tidak bisa mengungkap keunggulan, karena harganya dihasilkan oleh server Sky Trade sebagai random walk dengan arah 50/50. Yang dilakukan jurnal dengan andal adalah menyingkap perilaku Anda sendiri: overtrading, nominal yang diam-diam naik setelah kalah, transaksi yang diambil karena bosan. Itu saja sering menghemat lebih banyak uang daripada indikator baru mana pun.

Mencatat transaksi dengan cermat tidak mengurangi risiko setiap transaksi. Anda bisa kehilangan seluruh nominal dari setiap transaksi yang Anda buka.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa yang sebaiknya ditulis di jurnal trading?

Minimal: jam, instrumen, payout, kedaluwarsa, arah, nominal, setup, alasan, emosi, hasil, dan apakah Anda mengikuti aturan. Kolom alasan dan emosi itulah yang membuat jurnal lebih berguna daripada riwayat biasa.

Seberapa sering saya harus mengevaluasi jurnal trading?

Seminggu sekali cocok untuk kebanyakan orang. Evaluasi harian cenderung bereaksi berlebihan terhadap noise; evaluasi bulanan membiarkan kebiasaan buruk berjalan terlalu lama.

Berapa banyak transaksi yang dibutuhkan agar statistik jurnal berarti?

Minimal sekitar 100 transaksi dengan aturan yang sama. Di bawah itu, variasi acak dengan mudah bisa membuat metode yang merugi tampak bagus atau metode yang lumayan tampak buruk.

Apakah spreadsheet cukup untuk jurnal trading?

Ya. Spreadsheet sederhana dengan kolom di atas dan beberapa rumus untuk win rate, titik impas, dan hasil bersih sudah cukup bagi kebanyakan trader.

Lanjutkan belajar

Berlatih dulu, baru putuskan

Setiap akun Sky Trade dilengkapi saldo demo $10,000 dengan harga dan payout yang sama seperti akun riil. Buat akun atau baca cara kerja akun demo.