Analisis multi-timeframe
Membaca satu instrumen di dua atau tiga timeframe — yang lebih tinggi untuk konteks, yang lebih rendah untuk waktu masuk — sebelum mengambil keputusan.
Analisis multi-timeframe berarti melihat pasar melalui lebih dari satu lensa. Susunan yang umum memakai tiga: timeframe yang lebih tinggi untuk menentukan tren dan level kunci, timeframe tengah untuk ide trading, dan timeframe rendah untuk menentukan waktu masuk. Rasio sekitar 1:4 hingga 1:6 di antara ketiganya lazim dipakai, misalnya H1, M15, dan M3.
Nilainya terletak pada menghindari transaksi yang tampak bagus jika dilihat sendiri, tetapi melawan gambaran besar. Pola bullish di M1 yang langsung menabrak resistance besar di H1 adalah transaksi yang berbeda dari pola yang sama setelah breakout di H1.
Bagaimana cara ini bisa salah:
- Terlalu banyak timeframe menghasilkan pandangan yang saling bertentangan dan kelumpuhan.
- Memilih timeframe setelah kejadian — memeriksa grafik sampai ada yang setuju dengan Anda — mengubah analisis menjadi bias konfirmasi.
- Timeframe tinggi bergerak lambat; tren H4 hampir tidak berkata apa-apa tentang 30 detik berikutnya.
Tetapkan kumpulan timeframe Anda di rencana trading dan telusuri dengan urutan yang sama setiap kali. Di terminal Sky Trade Anda bisa mengganti timeframe grafik dengan satu klik. Lihat penjelasan timeframe dan entri noise.
H1 menunjukkan GBP/USD dalam tren naik di atas 1,2600, M15 menunjukkan pullback ke support di 1,2620, dan M3 mencetak candle bullish engulfing di sana. Ketiganya sepakat, jadi transaksi Naik layak dipertimbangkan, bukan pasti menang.