Divergensi
Ketidaksesuaian antara harga dan osilator — misalnya higher high pada harga dengan lower high pada RSI — yang mengisyaratkan momentum memudar.
Divergensi terjadi ketika harga dan indikator momentum bercerita berbeda. Dua jenis klasiknya:
- Divergensi bearish: harga membuat higher high, indikator membuat lower high — kenaikan melaju lebih jauh dengan tenaga lebih kecil.
- Divergensi bullish: harga membuat lower low, indikator membuat higher low.
Sebagian trader juga memakai hidden divergence (higher low pada harga dengan lower low pada indikator, atau sebaliknya) sebagai tanda bahwa tren mungkin berlanjut.
Divergensi populer karena tampak mampu mengantisipasi pembalikan. Dalam praktiknya ia adalah peringatan, bukan alat penentu waktu. Momentum bisa memudar lama sementara harga terus bertren, menghasilkan dua, tiga, atau empat divergensi berturut-turut sebelum sesuatu terjadi — dan kadang tidak terjadi apa-apa. Divergensi juga mudah dilihat belakangan dan jauh lebih sulit dikonfirmasi secara langsung, karena puncak kedua belum lengkap sampai candle sesudahnya terbentuk.
Pendekatan yang lazim adalah menunggu hal lain — penembusan struktur, pola candlestick di sebuah level — sebelum bertindak. Divergensi bisa dipakai dengan RSI, MACD, Stochastic, dan osilator lain. Lihat penjelasan RSI dan penjelasan MACD.
EUR/USD naik ke puncak baru di 1,0928 sementara RSI(14) memuncak di 64, dibandingkan 71 pada puncak sebelumnya. Itu divergensi bearish, namun harga masih terdorong ke 1,0940 sebelum berbalik.